Untuk itu pada kajian ini dilakukan analisis terhadap struktur fisik dan struktur batin puisi berjudul “kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini” karya Taufik Ismail dari buku kumpulan Tirani dan Benteng. Berdasarkan analisis diketahui bahwa puisi ini bernuansa perjuangan bangsa indonesia atau kata laainnya patriotisme. Sastrawan Indonesia yang terkenal karena karya puisinya adalah Chairil Anwar, WS Rendra, Taufik Ismail, Sapardi Joko Damono, Joko Pinurbo, dan masih banyak lagi. Apa itu puisi adalah karya yang dikemas dalam bahasa imajinatif dan disusun dengan kata padat dan penuh makna, karya puisi mengandung nilai estetika tersendiri. Berikut Liputan6.com Puisi Kupu-Kupu di Dalam Buku menggambarkan adanya imajinasi akan pentingnya tradisi membaca bagi anak bangsa. Membaca adalah satu tindakan komunikasi, yaitu satu proses berfikir yang melibatkan ide, kenyataan, dan perasaan yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui perantara lambang-lambang bahasa (Aziz. Siti Hajar Abdul, 2009:143). Oleh: Taufik Ismail Dahulu di abad-abad yang silam: Negeri ini pendulunya begitu ras serasi dalam kedamaian Alamnya indah,gunung dan sungainya rukun berdampingan, pemimpinnya jujur dan ikhlas memperjuangkan kemerdekaan Ciri utama yang tampak adalah kesederhanaan Hubungan kemanusiaanya adalah kesantunan Dan kesetiakawanan Semuanya ini fondasinya adalah Keimanan Tapi, Kini negeri ini berubah Saat ini, beliau menjadi pengasuh di Pesantren Raudlatut Thalibien Rembang. Karya tulisnya banyak tersebar di media massa dan dibukukan, mengupas masalah keislaman, politik, sosial, budaya. Gus Mus telah menerbitkan beberapa buku kumpulan puisi, antara lain: (1). Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem, (2). Tadarus, Antologi Puisi, (3). Diksi (pilihan kata) dalam puisi ini cukup sederhana, namun dalam kesederhanaan itulah letak kekuatan dan keindahan puisi Serenada Kelabu ini. 4. RIMA Rima adalah pengulangan bunyi untuk membentuk keindahan bunyi. Dalam puisi Serenada Kelabu ini, Rendra juga bermain dengan bunyi untuk mencapai keindahan. .

puisi doa ramadhan karya taufik ismail